Segalanya untuk mu Ayah
Hai, nama aku Della Azizah. Aku sekolah di
SMA 1 yang berada di Kota Bandung.Mungkin sekitar 7km dari desaku.Aku kesekolah menggunakan sepeda
peningalan ibu ku.
Siang itu, pukul 12.30 bel istirahat kedua
berbunyi.Aku dan teman teman ku segera menuju kantin untuk makan siang karena
kami pulang sekolah jam 04.00 sore.Aku memesan nasi goreng dan jus manga di
tempat bu Wati. Indah dan Bunga juga memesan makanan yang sama. Selagi menunggu
pesanan dibuat, kami bercanda bersama lalu aku tak sengaja menabrak kakak kelas
yang berada dibelakang ku.Kakak kelas yang bernama Jessica itu langsung marah
karena minuman yang dipegangnya tumpah membasahi bajunya.Teman teman ku
menunduk terdiam.Aku hanya bisa meminta maaf tetapi permintaan maafku dikolak
ka Jessica.Teman teman ka Jessica juga memarahi aku.Aku hanya bisa menunduk
saat dimarah marahi dan ditertawakan.
Pesanan makanan aku
dan teman teman ku sudah selesai.Kami langsung menuju meja makan.Ternyata kursi
yang ku duduki diolesi teman ka Jessica lem. Aku langsung berdiri dan ternyata
rok yag baru dibuat oleh ayahku robek. Aku langsung menangis saat itu karena
ayah ku dengan susah payah membuatkannya. Ayah ku hanya seorang tukang kebun dan
memiliki keterampilan menjahit. Upah yang ia dapat juga hanya cukup untuk makan
sehari hari. Tentu saja aku sedih karena ayah ku berbulan bulan menabung untuk
membeli kain rok sekolah ku.
Della : “Dah, aku mau kekelas aja, bilangin sama bu Wati makanan sama
minuman aku dibungkus aja”
Indah : “Kamu ngga papa kan Del? Nanti rok kamu kita bantu
memperbaikinya”
Bunga : “iya Del, nanti kita bantu. Ngga usah sedih lagi. Sini Del aku
antar kamu kekelas supaya ka Jessica dan teman temannya ngga gangguin kamu
lagi”
Della : “makasih ya. Kalian udah baik banget sama aku”
Indah : “bunga, kamu jangan lama lama ya.aku tungguin disini”
Bunga : “iya indah bawellll”
Aku dan bunga segera
menuju kelas. Aku langsung menyapu air mata ku agar yang lain tidak mengetahui
tadi aku menangis. Dikoridoor kelas, aku berpapasan dengan kaka kelas cowo yang
sangat aku sukai. Namanya Alfi. Ka Alfi itu orangnya baik banget, sopan sama
guru, ngga pernah berkata kata kasar, murah senyum, pintar, ganteng lagi hehe.
Saat pelajaran
dikelas, kepala ku pusing.Mungkin karena makanan yg aku bungkus tadi belum ku
makan.
Bu Pipik : “della, kamu sakit ya? Muka kamu pucat banget.”
Della : “ngga kok bu. Cuma kepala saya aja pusing dikit”
Bu Pipik : “yaudah kamu istirahat ke UKS aja sana. Nanti kalo ngga
pusing kamu tambah parah”
Della : “makasih ya bu, saya keluar dulu” (langsung keluar menuju UKS)
Saat di UKS aku
memakan makanan yang di bungkus tadi.Lalu datang seorang petugas UKS yang
ternyata itu ka Alfi.Aku langsung kaget dan menghentikan makan ku.
Alfi : “lanjutin aja makannya, ngga papa kok. Aku data dulu ya. Setelah
kamu selesai makan kamu aku tensi”
Della : “iya ka” (dengan wajah gugup)
Alfi : “kamu kelas 10 ya? Namanya siapa?”
Della : “iya ka, aku kelas 10A. nama aku Della Azizah ka”
Alfi : “namanya bagus yah hehe. Kamu nih lagi sakit apa”
Della : “tadi pusing ka, belum
makan”
Alfi : “bukannya tadi pas istirahat kamu dari kantin. Kok belum makan”
Della : “tadinya mau makan ka, tapi tadi aku diejek sama ka Jessica dan
teman temannya.”
Alfi : “oh pantesan tadi aku liat kamu habis nangis. Kalau aku boleh
tau, kamu kenapa jadi di ejek Jessie?”
Della : “tadi kan aku bercanda sama teman ku. Terus aku ngga sengaja
nabrak ka Jesica.Minuman di tangan ka Jessica tumpah ke badannya. Aku udah
minta maaf tapi aku malah di marah marahin dan kerjain sama teman temannya,
sampai sampai rok sekolah yang dibikin ayah ku sobek”
Alfi : “yaudah kamu sabar aja. Jessie sama teman temannya emang kayak
gitu. Suka ngejek orang.”
Della : “iya ka, aku sih Cuma bisa sabar, ngga berani buat lebih”
Alfi : “kamu ngga usah takut, kan ada ka alfi disina haha”
Della : “kaka bisa aja heee”
Alfi : “makannya udah selesai kan?”
Della : “udah ka”
Alfi : “sini aku tensi dulu. Nah tekanan darah kamu normal 120/90.”
Della : “iya ka. Pusing aku juga udah berkurang. Sebaiknya aku langsung
kekelas”
Alfi : “tunggu dulu Del. Aku lupa nanyain no hp kamu, buat data gituh”
(sambil senyum senyum ngga jelas)
Della : “sini aku catatin” (sambil menulis nomer hp)
Alfi : “yaudah makasih Della”
Della : “iya ka, sama sama. Aku kekelas dulu ya, Assalamualaikum”
Alfi : “Waalaikumsalam”
Aku langsung kekelas
dan melanjutkan pelajaran.Bel pulang sekolah sudah berbunyi menandakan sudah
pukul 4 sore.Aku langsung bergegas pulang karena ayah pasti sudah menunggu.
Saat sudah sampai
dirumah, aku langsung mengganti baju dan membantu ayah berkebun di kebun milik
pa Samad di kampung sebelah.Disana banyak sayur sayuran seperti kol, sawi,
kacang kacangan, bawang, wortel, dan banyak lagi.
Hari sudah mendekati
malam, saatnya pulang kerumah dan mengambil upah ke rumah pa Samad.Pas sudah
sampai dirumah, aku langsung mandi dan mulai mengulang kembali pelajaran
disekolah tadi dirumah.Yah, itu memang kebiasaan ku mengulang pelajaran kembali
agar selalu ingat. Dengan cara itu, aku bisa mendapatkan peringkat 1 dikelas. Ayah
ku sangat bangga dengan prestasi ku, sehingga aku tidak membayar biaya sekolah
lagi karena mendapat beasiswa.
Malam itu pukul 09.30
ada sms masuk.Ternyata itu dari ka Alfi.
Alfi : “Del, udah ngga pusing lagi kan? –ALFI”
Della : “iya ka, udah ngga pusing lagi. Ka, aku lagi sibuk. Udah dulu
yaa”
Sekarang, ka Alfi
sering sms.Dan ngga pernah aku balas kalau ngga penting.Dan tiba tiba saat
disekolah ka Alfi ke kelas ku dan memanggil ku.
Alfi : “del, kok kamu ngga pernah balas sms?”
Della : “aku sibuk ka”
Alfi : “yaudah aku minta maaf kalau ganggu kamu”
Tiba tiba ka Jessica datang lalu marah marah karena ka Alfi itu orang
yang disukai ka Jessica.
Alfi : “Jessie, ngapain sih kamu marah marah sama Della. Santai aja
bisa ngga?“
Jessie : “kamu kenapa belain dia? Dia juga salah gara gara deketin
kamu.”
Alfi : “yaudah mending kita kekelas aja, jangan disini. Malu diliatin
orang.”
Aku langsung kekelas
dan tercerita semuanya ke Bunga dan Indah.Menurut mereka Ka Alfi juga suka sama
aku. Tapi setelah ka Alfi suka sama aku, aku jadi ngga suka lagi sama dia.
Bel istirahat
berbunyi.Aku Cuma dikelas aja, ngga ke kantin.Soalnya hari ini aku ngga bawa
uang jajan.Karena ayah lagi sakit dan uang itu ku pakai untuk membeli obat
panas biasa.Bunga dan Indah sudah mengajak ku jajan, tapi ku tolak.
Bunga : “del, ayo kekantin”
Indah : “iya nih, nanti katinnya keburu penuh”
Della : “aku ngga jajan. Ngga bawa uang soalnya uangnya aku pakai buat
beli obat untuk ayah aku yang lagi sakit”
Indah : “yaudah ngga usah dipikirin masalah uang, biar aku traktir aja”
Bunga : “iya, kalo uang indah kurang aku juga bisa nambahin”
Della : “ngga usah deh. Aku ngga enak sama kalian. Udah sering banget
mentraktir aku.”
Indah : “santai aja del, kita kan teman kamu”
Della : “ngga usah deh. Lagian aku juga mau belajar. Kan habis
istirahat kita ulangan fisika”
Indah : “beneran nih? Kita ke kantin dulu ya del”
Sewaktu ulangan
fisika, aku selalu memikirkan ayah dirumah.Sudah makan atau belum.Soalnya, ayah
lagi sakit dirumah.Aku sering sedih teringat, sewaktu aku kecil dulu, kira kira
umur 6tahun, ibu menginggalkan ayah merantau ke Jakarta dan tak pulang lagi,
karena ayah sudah tidak memiliki uang dan pekerjaan yang tetap. Aku langsung
menghentikan pikiran ku tadi, dan langsung mengerjakan soal ulangan fisika yang
baru saja dibagi. Soal ulangannya sedikit sulit, tapi karena setiap malam aku
sering mengulang pelajaran, jadi aku ingat rumus dan cara cara menjawabnya.
Bel pulang sekolah
sudah berbunyi, aku langsung pulang kerumah.Selama perjalanan, air keringat ku
banyak keluar karena harinya sangat panas dan aku harus mengayuh sepeda.Tidak
seperti teman teman ku, seperti Indah dan Bunga yang setiap pergi dan pulang
sekolah selalu dijemput menggunakan mobil.
Saat pulang kerumah,
aku langsung menghampiri ayah yang sedang tertidur.Aku langsung memegang kepala
ayah, mencek apakah masih panas atau sudah tidak panas lagi.Ternyata kepala dan
badan ayah semakin panas.Aku langsung mengambil air hangat dan mengompres ayah.
Sorenya, aku kerumah
pa Samad untuk mengatakan bahwa ayah tidak bisa bekerja dalam beberapa hari
ini.
Della : “assalamualaikum”
Pa samad : “wa’alaikum salam del. Kok baru datang? Ayah kamu mana?”
Della : “ayah lagi sakit pa. jadi belum bisa bekerja.”
Pa samad : “ayah kamu sakit apa del?”
Della : “belum tau pa, tapi badan ayah panas banget.”
Pa samad : “udah dibawa ke puskesmas del?”
Della : “belum pa, della bingung mau bawa ayah ke puskesmas pakai apa.
Puskesmas kan jauh dari rumah della.”
Pa samad : “yaudah nanti bapa anterin ke puskesmas pakai mobil bapa.
Kamu esok siap siap aja nanti bapa jemput”
Della : “terima kasih banyak ya pak. Bapak emang baik banget buat
keluarga Della”
Pa samad : “iya sama sama Del. Kamu sama ayah kamu itu udah bapak
anggap keluarga sendiri”
Della : “iya pak, Della pulang dulu ya pak. Nanti ayah khawatir”
Pa samad : “iya Del, hati hati ya dijalan ini udah mau malam”
Della : “iya pak”
Sesampainya dirumah,
ayah sudah bangun.Dan menanyakan datang dari mana aku tadi.
Ayah : “Della tadi datang dari mana?”
Della : “datang dari rumah pa samad yah.”
Ayah : “udah dibilangin kan ayah ngga bisa bekerja beberapa hari ini”
Della : “iya sudah. Tadi juga pak samad bilang mau antarin kita ke
puskesmas esok”
Ayah : “pak samad emang baik banget ya”
Della : “iya yah. Ayah sudah makan?”
Ayah : “belum del”
Della : “yaudah della siapin makan buat ayah ya? Tapi Cuma ada nasi
sama kerupuk. Ngga papa kan yah?”
Ayah : “iya ngga papa del. Kita harus bersyukur meski hanya ada nasi
sama kerupuk”
Della : “iya yah. Della juga bersyukur ayah selalu ada buat della.
Della ke dapur dulu ya”
Ayah : “ iya del”
Esoknya pukul
09.30 pak samad sudah datang kerumah dan
langsung membawa ayah kepuskesmas. Setelah dokter memeriksa ayah, dokter
langsung mengatakan kepada aku dan pa samad bahwa ayah memiliki penyakit yang
serius.Dokter menyarankan agar ayah segera dirujuk kerumah sakit.
Pa samad pun langsung
meminta surat rujukan dan langsung membawa ayah kerumah sakit. Di perjalanan
aku berbicang sedikit dengan pa samad.
Della : “pa, ayah harus dibawa ke rumah sakit ya?”
Pa samad : “iya del, kamu yang sabar ya.”
Della : “tapi pa, della kan ngga punya uang untuk perawatan ayah
dirumah sakit”
Pa samad : “kamu ngga usah mikirin biaya, pa samad yang akan menanggung
semuanya”
Setelah sampai dirumah
sakit, ayah diperiksa dokter spesialis dan dokter memberitahukan penyakit ayah
ke pa Samad.
Della : “pak, kata dokter tadi penyakit ayah apa?”
Pa samad : “kamu yang sabar ya Del. Ayah kamu sakit ginjal. Satu
ginjalnya perlu diganti del.”
Della : “pake ginjal Della aja pak.ngga papa kok. Kebetulan golongan
darah della sama kaya ayah”
Pa samad : “kamu beneran del? Nyumbangin ginjal itu ngga main main loh”
Della : “beneran pa. della rela ngelakuin apa aja buat ayah. Della
saying banget pa sama ayah. Della ngga mau ayah pergi ninggalin della. Cukup
ibu aja yang ninggalin della sama ayah” (sambil nangis)
Pa samad : “kamu yang sabar ya del. Ayah kamu ngga bakal ninggalin kamu
kok. Kalo kamu emang bersedia nyumbangin ginjal untuk ayah kamu, nanti bapa
bilangin ke pa dokter”
Della : “iya pa. bilangin ya sama pa dokternya. Jangan lupa ya pa”
Pa samad : “iya del. Kamu siapin diri kamu aja kalo ginjal kamu cocok
sama ayah kamu, nanti kalian dioperasi”
Ginjal della cocok
dengan ginjal ayahnya dan operasi pun selesai. Lima hari kemudian ayah della
sadar setelah operasi. Tetapi della masih saja belum sadar.
Ayah : “del del della” (dengan nada pelan dan menggerakkan tangan
sedikit)
Pa samad : “pa, della masih belum sadar dari operasi lima hari yang
lalu”
Ayah : “operasi apa pa samad?”
Pa samad : “della nyumbangin satu ginjalnya untuk bapa”
Ayah : “sekarang della dimana pa?”
Pa samad : “della ada diruangan kelas2 pa”
Ayah : “ya allah. Terima kasih telah memberikan ku anak seperti
Della.Dia anak yang baik sekali. Dia rela menyumbangkan ginjalnya untuk ku ya
allah” (menangis)
Pa samad : “bapak beruntung sekali ya memiliki anak seperti della”
Ayah : “tapi pa, bagaimana saya membayar semua administrasi di rumah
sakit ini?”
Pa samad : “saya sudah membayarnya kemaren”
Beberapa jam kemudian
datang suster
Suster : “apa benar anda pak samad?”
Pa samad : “iya sus.kenapa ya?”
Suster : “anak perempuan yang bernama della, lima hari yang lalu
melakukan operasi ginjal baru saja meninggal pa. kami sudah memberikan yang
terbaik tetapi tuhan berkehendak lain pa”
Ayah : “apaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Della anak saya sus. Suster, antar saya
menemui anak saya sus”
Menuju kamar kelas2
karena della belum dipindahkan keruang jenazah
Ayah : “dellaaaaaaaa. Kenapa kamu ninggalin ayah del” (menangis)
Pa samad : “yang sabar ya pa. sebaiknya jenazah della segera kita bawa
pulang untuk dikuburkan”
Setelah jenazah della
dikuburkan, esoknya sekolahnya mengumumkan atas meninggalnya della. Teman
temannya terkejut dan ka alfi pun terkejut juga.
“pengumuman pengumuman!! Telah meninggal dunia anak kelas 10A yang
bernama Della Azizah kemarin karena operasi ginjal!!”
Bunga dan Indah : “apaaaaaa” (menangis)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar